Umroh Backpacker

Perjalanan umroh kali ini menjadi perjalanan yang penuh dengan makna. Saya dan istri sepakat untuk umroh dengan cara backpacker, tidak menggunakan travel umroh pada umumnya, walaupun untuk urusan visa dan landing arrangement selama disana tetap butuh biro travel yang terdaftar atau legal. Karena untuk umroh itu sebenarnya bukan backpacker seperti pada umumnya, yang dimana kita bisa asal datang aja ke suatu tempat terus buka tenda atau cari penginapan murah. Ada beberapa hal yang berbeda untuk umroh backpacker ini, contohnya untuk visa kita tetap harus menggunakan biro travel yang terdaftar atau legal, karena kalau ngajuin sendiri yang ada biasanya ditolak (cmiiw ya Mbak Butet UBepe 😀). Nah yang membedakan umroh backpacker dan umroh reguler itu paling signifikannya dibagian pembelian tiket.

Yang pertama dilakukan yaitu cek jadwal penerbangan dan jamaah, apakah dipenerbangan yang kita inginkan ada jamaah lain yang juga berangkat, kalau gak ada mending kita ikut grup jamaah yang sudah punya tanggal keberangkatan.

Kedua, tiket bisa beli sendiri atau minta tolong dibelikan oleh koordinator grup jamaah. Nah kalau beruntung pas promo harganya tiketnya bisa murah banget, barengan grup saya ada dapat tiket cuma 6jt-an PP CGK-JED. Itu dia beli tiketnya di bulan juni 2015, kira-kira 8 bulan sebelum jadwal keberangkatan, sedangkan saya kena 9.7jt per orang itu belinya di bulan agustus. Kalau sudah beli tiket, nanti di invite untuk join dengan grup WA jamaahnya. Nanti di grup dikasih tahu tentang pembuatan paspor bagi yang belum, vaksin, dan hingga tempat kuliner selama disana ( Ini penting lho biar ibadah lancar, urusan perut gak boleh dilupakan 😀 ).

Ketiga, nanti setelah kuota jamaah terpenuhi ( Insya Allah gak usah takut gak ada jamaah, karena yang mau umroh banyak kok 😊 ). Akan di share sama koordinator terkait biaya LA (Landing Arrangement) atau bahasa mudahnya akomodasi selama disana, baik dari visa, transportasi, penginapan dan katering (kalau yang gak biasa makanan selain masakan Indonesia, mending ambil katering). Semakin banyak jamaah, tentungnya sharing cost untuk LA nya semakin murah. Beruntung kemarin grup saya bisa nyobain makan malam di kebun kurma, kalau di travel umroh reguler belum tentu bisa dapat, kalau pun dapat biasanya tambah biaya, nah di UBP ini GRATIS šŸ˜€ .

Setelah semuanya siap. Ya udah tinggal tunggu berangkatnya deh. Kemarin kita meeting pointnya di kuala lumpur. Setelah ketemuan di kuala lumpur, ya tinggal menikmati perjalanan udara selama 8-9 jam 😀.

Banyak yang tanya, kalau UBP ini ada muthowwif atau pembimbingnya juga ga?
Gak usah takut, malah muthowwifnya ini asik banget, 24 jam standby sama kita. Diajak jalan-jalan terus untuk napak tilas sejarah peradaban islam selama disana. Bahkan ketika di madinah saya sampai gak kuat ngikutinnya, akhirnya saya memilih untuk ibadah di masjid nabawi saja. Karena di sekitar masjid nabawi itu ada beberapa museum dan masjid yang mempunyai nilai sejarah, dan semuanya itu dilakukan dengan jalan kaki. So siapkan fisik kalian :D. Kemarin grup saya dapat 2 orang muthowwif yang lulusan madinah, jadi pengetahuannya Masya Allah, jadi gak usah takut soal muthowwifnya.

Satu hal lagi, kalau travel umroh reguler paling city tournya cuma 2x, di madinah 1x dan di mekkah 1x. Nah kalau UBP ini lebih dari 2x dan bisa ke banyak tempat yang travel reguler jarang kunjungi, contohnya peternakan onta, museum haramain dan jabal magnet. Ini point PLUS banget buat jamaah UBP.

Itu sekilas tentang Umroh Backpacker. Untuk yang mau tahu lebih lanjut, bisa gabung di grup nya Ayo Ke Mekkah. Umroh dengan cara yang asyik dan murah.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*