5 Langkah untuk menjadi Pecinta Al-Quran

1. Tilawah
Tilawah atau membaca Al-Quran merupakan tahap awal untuk menjadikan kita cinta terhadap Al-Quran. Selain itu Al-Quran juga bisa memberikan syafaat bagi pembaca seperti yang Rasul katakan :

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

“Bacalah Al-Qur’an sesungguhnya ia akan menjadi penolong pembacanya di hari kiamat.” (HR. Muslim )
Pada proses pertama ini, diharapkan juga sambil belajar yang namanya Tahsin. Karena sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Muzzammil ayat 4 :
( وَرَتِّلِ الْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا (المزمل:٤…
” Dan bacalah Al Quran itu dengan tartil.”
 
Tartil disini maksudnya adalah membaca sesuai dengan yang Rasulullah ajarkan, baik dari makhroj huruf maupun kaidah tajwidnya.

2. Tadabbur
Tadabbur adalah merupakan tahap dimana kita meresapi ayat-ayat yang ada dalam Al-Quran. Bagaimana kita memaknai setiap ayat yang Allah firmankan. Misalnya jika kita mentadabburi surat Al-Muddatsir ayat 42-43, bagaimana disitu Allah beritahu siapa saja penghuni neraka Saqar. Dan diharapkan dari hasil mentadabburi ayat tersebut kita semakin rajin sholatnya.
3. Tahfizul
Tahfizul ini merupakan tahap dimana kita mulai menghapal Al-Quran. Dalam proses menghapal tentunya tidak sembarangan menghapal. Karena sebelum masuk ke proses ini, ada baiknya kita mempelajari dulu yang namanya Tahsin seperti yang diutarakan pada tahap pertama.
Dan dalam proses menghapal ini niatnya harus ikhlas karena Allah, bukan mengejar titel Al-Hafiz agar disebut sebagai orang yang alim.
4. Tathbiq
Yaitu proses dimana kita menerapkan ayat-ayat dalam Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya seperti tidur pada malam hari yang kita gunakan untuk istirahat, dan pada siang hari yang kita gunakan untuk belajar ataupun mencari nafkah, seperti yang Allah firmankan dalam surat An-Naba ayat 9-11.
5. Tabligh
Rasulullah bersabda :
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an” (At-Tirmidzi dari Utsman bin Affan, hadits hasan shahih).
Tahap yang terakhir adalah dengan mengajarkannya kepada orang lain. Dan semoga ini menjadi amal jariyah kita yang dicatat sebagai ilmu yang bermanfaat. Aamiin

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*